Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, politik adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, karya seni dan bahasa. Budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya sebagai sesuatu yang diwariskan secara genetis. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh yang  bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki berbagai macam suku dan budaya. Salah satunya adalah suku Dayak Maanya yang merupakan sub suku Dayak yang tinggal dibagian timur provinsi Kalimantan tengah yaitu di daerah Kabupaten Barito. Sebagai sub suku asli Dayak Maanyan memiliki kebudayaan yang sangat menarik yang sudah diwariskan oleh leluhur secara turun temurun dari generasi ke generasi, yaitu ritual Ijame.

Ritual Ijame adalah ritual kematian yang merupakan proses terakhir dari suatu kepercayaan suku Dayak Maanyan sub Paju Epat yang baragama Kaharingan. Ritual ini merupakan suatu prosesi penghantaran roh orang yang sudah meninggal menuju Tumpuk Datu Tunyung (Sorga). Dalam Ritual ini tulang – tulang orang yang sudah lama meninggal diambil kembali oleh anggot keluarga dan  akan diprosesi dengan pembakaran tulang / pengkremasian. Hal inilah yang membedakan antara ritual Ijame dengan ritual kematian dari suku lainnya di Kalimantan Tengah yang serupa dengan acara Ngaben di Bali.

Dalam pelaksanaan ritual ini juga memerlukan banyak tahapan persiapan yang lama  dimulai dengan pembetukan panitia penyelenggalara kegiatan yang terdiri dari Damang, Mantir, Wadian dan Pisame. Acara ritual ini diadakan mulai dari pra ritual Ijame selama 1 bulan dan inti ritual selama 9 hari 9 malam. Dimana susunan kegitannya diatur secara sistematis dan tidak boleh overlapping karena setiap tahap kegiatan memiliki maknanya masing-masing yang sangat sakral sehingga jika terjadi kesalahan akan diadakan sangsi adat.

Selain dari tahapan-tahapan yang harus dijalankan dan syarat-syarat yang harus di penuhi agar dapat melaksanakan kegiatan ritual Ijame ini. Syarat pertama adalah 1 Peti Panamakan (Rarung Panamakan) yang berisi tulang dari tokoh-tokoh adat. Yang kedua adalah 1 Peti Panawu Wua Surat (Rarung Panawu Wua Surat) berisikan tulang dari seorang Wadian. Syarat yang ketiga adalah 1 Peti Biasa (Rarung Biasa) berisikan tulang dari seorang masyarakat biasa keturunan Paju Epat yang beragama Hindu Kaharingan. Oleh karena itu Ritual Ijame merupakan ritual yang insidental dan tidak dapat diadakan setiap tahunnya sehingga Ritual Ijame merupakan Ritual yang sangat langka terjadi di Kalimantan Tengah.