timotius.jpg

TIMOTIUS

Biasa dipanggil ‘Bang’ Timotius, memiliki pengetahuan dalam bidang komputer dan audio visual, telah sukses dalam membuat karya video kreatif. Ia berasal dari suku Dayak Seberuangn dari Kalimantan Barat, ia membuat film mengenai tradisi dan budaya sukunya berjudul NGERA’. Ia juga menjadi relawan untuk pembuatan video profesional, termasuk film pendek, video musik, video profil, dan lainnya. Ia menggunakan media sosial sebagai platform untuk menunjukan hasil karya videonya — BG TIM.

Marselina+Evy.jpg

MARSELINA EVY

Evy, dari Dayak Desa Sesat di Kabupaten Sintang (Kalimantan Barat) adalah Co-Founder dari Yayasan LANGKAU ONET. Ia merupakan penulis untuk film BETANGKAN DARAH. Evy juga bekerja sebagai petugas peliputan dan pemberitaan di Humas Pemerintahan Kab. Sintang. Keahlian yang dimiliki adalah menulis dan telah menulis buku-buku mengenai budaya adat Dayak yaitu GAWAI DAYAK DARI BUMI SENENTANG and NGINDUP MENSIA.

Jovian+Caleb+Oroh.jpg

JOVIAN CALEB OROH

Sebagai filmmaker muda Dayak yang mempunyai passion dalam videografi dan keindahan budaya Dayak & hutannya, Jovi memutuskan untuk memulai langkah dalam audio-visual activism melalui membuat film. Tidak ada senjata, tidak ada serangan — hanya melalui kekuatan lensa, Ia ingin mengubah dunia menjadi lebih baik. Filmnya MELAWAN DIAM UNTUK HUTAN merupakan bentuk dari audio-visual activism yang ia buat sebagai bentuk dedikasi terhadap hutan dan masyarakat adat.

ADITIA+IHSAN+-+KUKU.jpg

ADITIA IHSAN

Aditia mengenal filmmaking saat duduk dibangku SMK dan sering membantu anggota kepolisian setempat untuk membuat film dokumenter atau dokumentasi acara. Bersama teman-teman HARIAN SI ANANG, membuat sebuah film pendek yang berjudul KUKU dan Aditia berperan sebagai produser sekaligus DOP. Ia sekarang aktif di tim produksi HARIAN SI ANANG & FORUM SINEAS BANUA.

Screen+Shot+2019-07-24+at+07.37.54.jpg

JULIANA KRISTALIA

Juliana dari suku Dayak Ot Danum dan Dayak Ngaju. Sejak SMP, Juliana sudah tertarik dan berkecimbung di dunia videografi. Sambil menyelesaikan studinya di Universitas Palangkaraya, ia bergabung dengan RANU WELUM MEDIA sebagai camera operator dan video editor. Sejak saat itu ia selalu membagi kecintaannya dengan filmmaking kepada anak muda lainnya. Ia telah memberi training kepada anak-anak muda di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengenai filmmaking dengan KAMPANYE ANTI ASAP ROKOK. Dengan cintanya terhadap budaya Dayak dan filmmaking, melakukan perjalanan ke berbagai desa di Kalimantan untuk mendokumentasikan cerita masyarakat adat. Juliana merupakan editor dalam film DAYAK BREAKTHROUGH.

Dely.jpg

FLORENTINI DELLY

Berumur hanya 18 tahun dan berasal dari suku Dayak Simpang, Delly berasal dari Desa Tahak (Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat). Ia merupakan salah satu inisiator berdirinya SAKOLAH ADAT ARUS KUALANT bersama dengan kakaknya. Pada tahun 2014, bersama-sama mereka membentuk kegiatan pendidikan nonformal di desa Tahak and Sungaibansi yang berbasis budaya, tradisi, lingkungan, dan literasi. Delly adalah seniman multi-talenta — bernyanyi, menari, serta memainkan alat musik tradisional Dayak, Sapek. Ia kembali ke kampung setiap libur untuk mengajar anak-anak di Sakolah Adat Arus Kualan, membuat baju tradisional, mengajarkan permainan tradisional, menganyam manik-manik, menari dan belajar literasi.

Sumarni.jpg

SUMARNI LAMAN

Filmmaker muda dan aktivis lingkungan yang berasal dari suku Dayak Ngaju, Sumarni selalu berusaha untuk mengedukasi dan memberdayakan generasi muda untuk memberi kepedulian perihal lingkungan dan budaya mereka melalui filmmaking dan konten media sosial. Sumarni adalah kordinator dari YOUTHACT KALIMANTAN yang menginisiasikan THE HEARTLAND PROJECT dan YOUTH FORUM. Bersama dengan RANU WELUM MEDIA, ia membuat film mengenai budaya Dayak, KARUNGUT.

suke.jpg

SUKMAWATY

Seorang mahasiswi dari IAIN Palangka Raya, Sukmawaty, memiliki pengetahuan Cinematic Photography, scriptwriter, audio visual dan editing film. Pernah sukses menjadi juara pertama pada ajang Kirab Pemuda 2018 dalam film pertamanya yang berjudul DI ATAS MILENIALITAS, dengan mengangkat tema Kearifan Lokal Budaya Dayak daerahnya, ditulis oleh Sukmawaty dan diproduseri oleh komunitasnya KOMIK PRODUCTION. Kemudian juara pertama diraih kembali di tahun 2019 yaitu Iklan Layanan Masyarakat tentang DIET INFORMASI mengambil tema Hoax yang diadakan oleh stasiun TVRI Kalimantan Tengah.