DIATAS MILENIALITAS

Isen di kisahkan sebagai putra dayak yang terampil dalam bidang seni tari daerahnya. Kemudian Isen berpamitan kepada orangtua nya dan anak dusun lainnya karena Isen ingin merantau ke kota untuk memajukan kampung halamannya. Selain semangatnya dalam menari Isen juga sangat tekun dalam belajar selama di kuliah. Dikala itu muncul konflik kecil yang mengawali pertemuannya di lingkungan kampus seperti tatapan sinis, cemooh, ejekan, terlontar kepadanya. Meskipun banyak sekali diantara kawan-kawan Isen yang tidak menyukai budaya seni tari yang dimilikinya. Isen tidak pantang menyerah untuk selalu berkarya dengan melestarikan budaya seni tari khas dayak sebagai warisan leluhurnya. Konflik Isen terlihat ketika penerus generasi milenial lebih tertarik dengan budaya barat ketimbang budaya Indonesianya tersebut.

Produced by Komik Production

Still Film - KOMIK.png

WHEN WOMEN FIGHT PT 2

Film ini adalah sekuel dan pembaruan dari When Women Fight 1 setelah kebakaran hutan dan krisis kabut asap pada tahun 2015 yang membuat ribuan orang utan meninggal karena kelaparan dan ribuan orang dirawat di rumah sakit karena menghirup asap. Ini menceritakan upaya kami untuk melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang hal ini, mendidik siswa, mengunjungi desa-desa, membentuk tim pemuda pemadam kebakaran. Dalam dua tahun terakhir masalah ini bergeser dari perlindungan kesehatan & hilangnya hutan menjadi kriminalisasi petani Dayak. Tim belajar bahwa kebakaran hutan hanyalah satu kasus dari apa yang tampak seperti perusakan lingkungan di Kalimantan dan menyadari urgensi tindakan sekarang untuk melindungi tidak hanya lingkungan tetapi leluhur & warisan. Film ini adalah tentang upaya kami untuk membawa kampanye publik & pendidikan kami ke dalam pekerjaan advokasi di tingkat nasional dan internasional dengan membawa kisah-kisah dari lapangan.

Director : Emmanuela Shinta

When Women Fight pt.2 - Still Film.jpg

NGERA’

Suku Dayak Seberuang percaya bahwa padi adalah sumber kehidupan (roh) dan rahmat yang luar biasa dari Yang Mahakuasa. Dilarang membiarkan sawah busuk di ladang karena kita tidak bisa memanen semuanya. Jika ada seseorang di komunitas Seberuang yang tidak dapat memanen semua sawahnya karena ia memiliki sawah yang luas atau salah satu keluarganya sakit atau ia mendapat masalah, orang lain akan secara sukarela membantunya untuk memanen tanamannya. Kami menyebut cara ini sebagai 'Ngera'. Ngera adalah istilah untuk metode memanen padi (metode lainnya adalah Ruyung, Beduruk, dan Berinjau). Ngera dilaksanakan oleh kesepakatan bersama yang diprakarsai oleh seseorang atau beberapa orang yang membantu memanen padi tanpa memberi tahu pemiliknya. Ngera 'memiliki semangat dan nilai yang sama dengan Monyet, makhluk suka berteman yang sangat peduli satu sama lain, bekerja dalam kelompok, teratur, dan bekerja keras.

Director : Timotius

Ngera' - Poster.jpg

MALI UMAI

Mali Umai adalah ritual tahunan yang dilakukan oleh suku Dayak Iban dari Kalimantan. Ini dilakukan setelah Nugal, penanaman bibit di lapangan. Ritual adalah bentuk pengendalian hama tradisional. Dalam ritual itu, mereka mengukir Agum (patung) dari pohon suci untuk diletakkan di ladang mereka, dan kemudian mereka meminta leluhur mereka untuk melindungi ladang dan tanaman mereka dari hama dan hal-hal lain yang dapat merusak panen mereka.

Director : Kynan Tegar