SAKOLAH ADAT ARUS KUALANT

Sakolah Adat Arus Kualan didirikan secara sah pada tanggal 3 September 2018. Sakolah Adat Arus Kualan menyediakan pendidikan non-formal yang mengajarkan siswa melalui budaya, tradisi, dan pengetahuan Dayak. Pengetahuan spiritual, permainan tradisional, bahasa lokal, memasak dan obat-obatan tradisional, kebijaksanaan Dayak, musik tradisional, lagu dan tarian, kerajinan tangan tradisional, dan kisah-kisah tradisional semuanya diajarkan di sana. Sakolah Adat Arus Kualan terletak di Tahak, Kabupaten Ketapang, di Kalimantan Barat. Pada 2018, 85 siswa terdaftar dari usia 4 hingga 15 tahun. Pemuda setempat yang berusia 16 tahun ke atas berfungsi sebagai sukarelawan untuk mengajar adik-adik perempuan mereka.

Produced by Sakolah Adat Arus Kualant


ONCE UPON A TIME IN YOGYAKARTA

Sarjono adalah seorang petani tua yang telah bertani selama beberapa dekade di wilayah Yogyakarta. Film ini menunjukkan proses seorang petani tua mengerjakan sawahnya, langkah demi langkah, dari mengolah tanahnya hingga panen. Sarjono adalah cerminan dari petani tradisional yang akan tersesat di era modern.

Director : Dwi Saputro


NGELIMBANG

Andre adalah seorang anak yang tinggal di pulau Bangka. Andre iri pada teman-temannya yang menggunakan ponsel. Setiap hari sepulang sekolah, Andre mulai mendapatkan uang dengan menambang timah. Film ini diambil dari kisah hidup masa kecil sutradara.

Director : Rian Apriansyah


KUKU

Aspi ingin memotong kuku di malam hari. Ketika ia memotong kukunya ia menemukan berbagai hal aneh di sekitarnya.

Produced by Harian Si Anang

POSTER BOX.jpg

HANDEP HARUEI

Handep adalah perusahaan sosial di Kalimantan Tengah yang berupaya memberdayakan perempuan dan petani kecil melalui produk-produk ramah lingkungan. Perluasan perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan penebangan telah menyebabkan maraknya laju deforestasi dan degradasi penduduk asli dan nilai-nilai tradisional, serta praktik perampasan tanah di Kalimantan Tengah.

Handep muncul sebagai tanggapan atas kondisi yang mengkhawatirkan ini. Tujuannya untuk menciptakan pembangunan ekonomi pedesaan di Indonesia yang lebih berkearifan lokal dan berkelanjutan, khususnya Kalimantan, dengan menyediakan lebih banyak mata pencaharian yang sesuai dan berkelanjutan untuk masyarakat pedesaan melalui memberi nilai tambah pada produk hutan lokal dan produk pertanian. Di lain kata, pembangunan ekonomi yang tidak hanya fokus pada mencari profit tetapi faktor dalam kearifan lokal, budaya dan tradisi, potensi sumber daya alam dan manusia lokal, dan aspek ekologis.

Produced by Handep Haruei


PENJOR

Guna, mahasiswa yang besar di Jakarta sedang mengisi liburannya dengan pergi ke Bali. Bersama Papanya, Guna tinggal di sebuah rumah lama di desa kelahiran Guna sendiri. Ditengah liburannya, Papanya harus ke proyek hingga malam hari dan ia menyuruh Guna yang sedang asik menikmati liburannya untuk membuat penjor, karena besok adalah Hari Raya Galungan dan penjor tersebut harus sudah berdiri di depan rumahnya. Sedangkan, Guna sama sekali tidak pernah membuat penjor dan melihatnya saja sangat jarang, apalagi Papanya tidak pernah mengajarinya. Namun Guna mau tidak mau harus mendirikan penjor tanpa dibantu Papanya.

Produced by K!KUK Film


Poster.png

BETANGKAN DARAH

Mereka sekarang adalah saudara, dalam darah yang sama, yang tidak saling kenal. Sekarang disatukan melalui ritual "Betangkan-beakuk menyadik beturieh darah” - beri dirimu satu sama lain untuk disakiti. Kemudian campur setiap tetes darah ke dalam 'beram' (minuman tradisional) dan semua meminum sampai habis. Berbagai lagu dan doa dinyanyikan untuk mengiringi Ritual Betangkan Darah dilakukan antara Samat - Ota - Desi. Di Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang.

Produced by Langkau Onet