Director : Pinarsita Juliana, JPIC Kalimantan. 7 menit, advocacy, Eng Subtitle

Alam adalah hal yang bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat adat dimanapun mereka berada. Ketika alam yang mereka cintai dan jaga sepenuh hati, perlahan namun pasti mulai tergerus oleh keberadaan perusahaan-perusahaan yang masuk kedalam wilayah mereka. Seiring dengan berjalan nya waktu kondisis kehidupan yang mereka rasakan sudah tidak sama lagi. Alam mulai berubah, pohon pohon mulai hilang, air sungai mulai tercemar, tanah menjadi kering, dan sumber kehidupan perlahan mulai menghilang.

Hal yang serupa dirasakan oleh para masyarakat adat di Dusun gunung karasik di kabupaten Barito Timur, salah satunya adalah Pak Mider (55 Tahun) seorang penghulu adat di dusun tersebut yang dulu berprofesi sebagai seorang pencari madu hutan. Betapa dia sangat merindukan masa-masa memanen madu di atas pohon besar. Tapi kini pohon besar yang menjadi tempat lebah-lebah bersarang kini sudah mulai hilang, tergantikan dengan areal pertambangan batu bara. mereka tidak lantas menyerah dengan keadaan , mereka memiliki satu hal yang berharga yaitu sebuah Asa, Asa Pencari Madu.

Klik disini untuk menonton trailernya. 

___

Nature is something that cannot be separated from the lives of indigenous people wherever they are. When the nature they love and guard with all their heart, slowly begins to erode by the presence of companies that enter their territory. As time goes by, the conditions of life they feel are no longer the same. Nature began to change, the tree began to disappear, the river began to become polluted, the land became dry, and the source of life slowly began to disappear.

Similar things were felt by indigenous people in Gunung Karasik Hamlet in East Barito Regency, one of which was Pak Mider (55 years) an indigenous leader in the village who used to work as a forest honey hunter. How much he missed the days of harvesting honey on a large tree. But now the big tree that is the place for bees nesting has now begun to disappear, replaced by coal mining areas. they do not necessarily surrender to the situation, they have one valuable thing that is an Asa Harapan, the hope of Honey Hunters.

Comment